Sunday, 17 April 2016

RIO HARIYANTO Strat Di Posisi 20 GP China

RIO HARIYANTO Strat Di Posisi 20 GP China

Hasil Kualifikasi F1 di GP China yang sudah diselenggarakan pada jam 14. 00 WIB, Sabtu 16 April. Race ketiga kelak direncanakan bakal mengusung format hasil kualifikasi f1 lama, bermakna meniadakan system eliminasi. Hal tersebut seperti di ketentuan Komisi F1 serta World Motor Sport Council (WMSC). Awalannya, Sejak digunakan system anyar benar-benar sudah banyak menyebabkan kritik dari pebalap, tim, hingga pengamat.

Nico Rosberg bakal mengawali balapan Grand Prix China yang bakal di gelar Minggu (17/4) besok di posisi paling depan, dan teman satu timnya Lewis Hamilton (juara dunia tahun lalu), bakal mengawali start dari posisi paling buncit. Dalam babak kualifikasi hari ini, Hamilton tidak dapat meneruskan balapan. Diluar itu, pebalap Inggris ini juga mengenai hukuman penalti lima grid gara gara ganti gearbox diluar jadwal yang sudah diputuskan.

jadwal kualifikasi f1

Tim Ferari sesungguhnya mempunyai kans besar buat merebut pole position hari ini. Hingga 5 menit sebelum saat babak kwalifikasi selesai, Raikkonen terdaftar sebagai pebalap paling cepat. Sayang, pada saat-saat paling akhir, Raikkonen serta juga Vettel lakukan kekeliruan, terlampau melebar di tikungan paling akhir sebelum saat finish.
Pembalap asal Indonesia, Rio Haryanto, duduki posisi grid ke-20 dengan catatan saat paling baik 1: 40.264 detik. Walau menjadi yang paling akhir di grid balap, Rio masih ada di depan Wehrlein serta Hamilton yang bakal mengawali balapan dari jalur pit lantaran tidak mempunyai catatan saat kualifikasi sekalipun.
Hamilton sendiri, dikasih hukuman penurunan posisi mulai jelang tampil karena mengganti girboks kala berlaga di Bahrain. Di GP Cina, kalau ia memulai di tempat ke dua, maka pun dengan adanya hukuman jadi di tangga ketujuh. Sebagai pengingat Free Practice bakal diadakan esok hari mulai jam 09.00 WIB, sedangkan kualifikasi mulai diadakan Sabtu 16 April 2016 siang WIB.

Hasil Kualifikasi F1 2016

Pos. Driver Team Q1 Q2 Q3
1 Nico Rosberg Mercedes 1:37.669 1:36.240 1:35.402
2 Daniel Ricciardo Red Bull 1:37.672 1:36.815 1:35.917
3 Kimi Räikkönen Ferrari 1:37.347 1:36.118 1:35.972
4 Sebastian Vettel Ferrari 1:37.001 1:36.183 1:36.246
5 Valtteri Bottas Williams 1:37.537 1:36.831 1:36.296
6 Daniil Kvyat Red Bull 1:37.719 1:36.948 1:36.399
7 Sergio Perez Force India 1:38.096 1:37.149 1:36.865
8 Carlos Sainz Toro Rosso 1:37.656 1:37.204 1:36.881
9 Max Verstappen Toro Rosso 1:38.181 1:37.265 1:37.194
10 Nico Hulkenberg Force India 1:38.165 1:37.333
11 Felipe Massa Williams 1:38.016 1:37.347
12 Fernando Alonso McLaren 1:38.451 1:38.826
13 Jenson Button McLaren 1:37.593 1:39.093
14 Romain Grosjean Haas 1:38.425 1:39.830
15 Marcus Ericsson Sauber 1:38.321 1:40.742
16 Felipe Nasr Sauber 1:38.654 1:42.430
17 Kevin Magnussen Renault 1:38.673

18 Esteban Gutierrez Haas 1:38.770

19 Jolyon Palmer Renault 1:39.528

20 Rio Haryanto Manor 1:40.264

NC Pascal Wehrlein Manor DNF

NC Lewis Hamilton Mercedes DNS

Sunday, 10 April 2016

Manny Pacquiao Vs Timothy Bradley Jr



Pacquiao: Malam Ini, Saya Putuskan Pensiun

 Las Vegas,  Manny Pacquiao menutup perjalanan tinjunya dengan merebut sabuk juara kelas welter WBO seusai menang angka mutlak atas Timothy Bradley Jr di MGM Grand Arena, Sabtu (9/4/2016) malam atau Minggu pagi WIB.Tiga juri memberikan penilaian 116-110 kepada Pacquiao dalam pertarungan 12 ronde ini. Kemenangan angka mutlak ini tak lepas dari keberhasilan dia menjatuhkan lawannya pada ronde ke-7 dan ke-9. Akan tetapi, pada ronde-ronde awal, Pacquiao sempat kesulitan.

Bradley tampil lebih sabar dan itu diakui oleh Pacquiao. "Saya sebenarnya menginginkan menjatuhkan lawan pada setiap ronde," ujar Pacquiao seperti dilansir Telegraph. "Gaya bermain Bradley adalah melancarkan pukulan balasan. Namun, saya justru yang melakukannya. Bradley bermain berbeda dibandingkan dua duel sebelumnya," kata dia lagi.

Duel ini merupakan pertemuan ketiga antara Pacquiao dan Bradley. Pada pertarungan sebelumnya, kedua petinju sama-sama meraih satu kemenangan. Kemenangan atas Bradley ini juga menandai akhir karier dari seorang Pacquiao. Petinju Filipina itu memutuskan gantung sarung tinju lantaran akan maju dalam pemilihan senat di negaranya pada 9 Mei mendatang. "Malam ini, saya memutuskan untuk pensiun. Saya ingin bekerja untuk rakyat saya dan menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga," tutur petinju berjulukan Pac Man itu. "Terima kasih kepada seluruh pendukung, terutama rakyat Filipina.
Tonton Vidionya:
 
 

Sunday, 3 April 2016

Aksi Rio Haryanto dan Wehrlein Bikin Bos Manor Kagum

Pascal Wehrlein memang yang membuat Manor Racing bangga dengan hasil yang didapat pada GP Bahrain 2016. Namun, Racing Director Manor, Dave Ryan, tetap ucapkan selamat kepada kedua driver-nya, Wehrlein dan Rio Haryanto.

Add caption
Penampilan Wehrlein dan Rio pada GP Bahrain Formula 1 2016 di Bahrain International Circuit, Minggu (3/4/2016), memang sangat mengesankan. Tak ada yang mengira duo Manor itu bakal menyelesaikan balapan dengan bertahan hingga garis finis. Apalagi, Wehrlein dan Rio adalah pembalap yang sama-sama baru mengenyam pengalaman di lintasan F1. Karenanya, hasil Manor pada balapan GP Bahrain menjadi sebuah kejutan besar. Baca Juga

Perhatian lebih besar memang ditujukan kepada Wehrlein. Maklum, Wehrlein bertarung sangat baik sebelum akhirnya mampu finis di urutan 13. Rio sendiri finis di urutan 17. Ia tampil lebih baik dari pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, yang gagal balapan karena masalah pada mobilnya.Seusai balapan, racing director Manor langsung melayangkan pujian atas hasil yang didapat timnya. Pujian itu tak hanya ditujukan kepada Wehrlein, tapi juga untuk Rio.

Add caption
 "Selamat kepada seluruh tim atas pekerjaan yang benar-benar mengesankan hari ini dalam perlombaan. Itu menunjukkan seberapa jauh kita sudah maju sejak Melbourne. Kedua pembalap bekerja tanpa cacat, membuat kami tetap di tepi tempat duduk sejak awal hingga akhir," kata Ryan."Mereka menunjukkan tingkat kematangan yang nyata sebagai dua pembalap muda," papar Ryan.

Di sisi lain, sukses Wehrlein finis di urutan 13 pun memberikan catatan spesial tersendiri untuk Manor. Itu adalah posisi terbaik Manor sejak Alexander Rossi finis di posisi 12 GP AS 2015, 25 Oktober 2015."Jelas, Pascal memiliki balapan impian mengingat di mana kami saat ini. Ia telah melakukan pekerjaan luar biasa," ujar Ryan.



Rio Haryanto Penuhi Target Finis di GP Bahrain


 Rio Haryanto Penuhi Target Finis di GP Bahrain


Pembalal Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto akhirnya mampu memenuhi targetnya pada GP Bahrain Formula 1 2016, yakni mencapai garis finis. Ia pun mengaku bahagia karena mendapatkan pengalaman berharga dari balapan tersebut.
Add caption

Lihat Video Terkait :



GP Bahrain 2016 di Bahrain International Circuit, Minggu (3/4/2016), akan menjadi momen tak terlupakan bagi Rio Haryanto. Untuk pertama kalinya Rio bisa menyudahi balapan dengan menyentuh garis finis.
Sebelumnya, Rio gagal melakukan hal itu kala menjalani debutnya pada GP Australia. Saat itu, Rio hanya mampu balapan hingga lap 17. Kali ini, kecepatan dan ketenangan Rio sangat stabil hingga mampu bertahan hingga akhir balapan.

Add caption
 Ia finis di urutan 17 pada balapan yang dihiasi dengan bergugurannya pembalap seperti Jolyon Palmer, Sebastian Vettel, Jenson Button, Esteban Gutierrez, dan Carlos Sainz Jr. Pada balapan itu pula Rio sempat menembus posisi 11 di lap 10.

Add caption
Tak heran jika Rio mengaku sangat bangga dengan pencapaiannya kali ini. Apalagi, pengalaman dan hasil yang didapatkan akan berguna untuk momen yang akan datang.

"Ini bagus bisa melihat bendera kotak-kotak. Segalanya terasa baik karena mendapatkan hasil itu. Pengalaman adalah yang terpenting bagi saya dan tim, karena memberikan kami lebih banyak data untuk menganalisa dan mengembangkan mobil lebih lanjut," kata Rio seperti dikutip di akun Facebook Manor.

Rio layak berbahagia atas hasil yang ia dapatkan. Tak hanya dirinya, masyarakat Indonesia juga berbondong-bondong memberikan ucapan selamat kepada Rio lewat media sosial. Buktinya, nama Rio sempat menjadi trending topic di Indonesia.

Monday, 28 March 2016

Jelang F1 Bahran Rio Haryanto Lebih Kompetitif



Di Bahrain, Tim Rio Haryanto Bisa Lebih Kompetitif



Liputan6.com, Jakarta Seri Formula 1 GP Bahrain 2016 tinggal menghitung hari. Manor Racing, tim Rio Haryanto, kembali siap berjuang. Pascal Wehrlein yakin Manor bisa lebih kompetitif saat balapan di Bahrain.

Rio, pembalap Indonesia, dan Manor memang sudah mengalihkan fokus untuk balapan GP Bahrain, 3 April 2016 mendatang. Sebelum itu, para pembalap akan menjajal kemampuan timnya pada tiga sesi latihan bebas.

Bagi Rio, GP Bahrain adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya setelah mendapat hasil buruk pada seri perdana GP Australia. Banyak pihak yang meyakini Rio bisa meraih hasil bagus pada seri selanjutnya.

Sebelumnya, Rio gagal menuntaskan balapan GP Australia karena masalah pada gearbox mobilnya. Ia harus menyudahi balapan pada lap ke-17. Berbeda dengan Rio, Wehrlein justru meraih hasil yang membanggakan. Ia memanfaatkan momen terhentinya beberapa pembalap untuk finis pada urutan ke-16. Meski itu adalah  posisi  paling  buncit, bisa finis saat melakoni debutnya di F1 jelas sangat membanggakan bagi Wehrlein. "Start yang bagus. Saya sedikit terkejut dengan hasilnya karena itu adalah pengalaman perdana saya di F1. Itu menakjubkan. Saya meningkatkan diri pada enam atau tujuh lap pertama. Lalu, kami juga benar-benar kompetitif di beberapa lap awal," kata Wehrlein seperti dikutip The Checkered Flag.


Di sisi lain, Manor memiliki catatan yang bagus di Bahrain. Saat masih bernama Marussia Virgin Racing, cuma ada satu pembalap mereka yang gagal finis di Bahrain. Pembalap itu adalah Charles Pic pada musim 2012. Sisanya, pembalap Marussia mampu menyelesaikan balapan.

Bahkan, Max Chilton sempat bawa Manor finis di urutan 13 GP Bahrain 2014. Musim lalu, Will Stevens dan Roberto Merhi masing-masing amankan posisi 16-17 di Bahrain.

"Secara umum apa yang membuat saya optimis adalah kecepatan yang kami miliki dan kami hanya perlu melakukan beberapa perubahan pada setting mesin lalu kami akan kompetitif," ucap Wehrlein mengakhiri.